Rujukan Menulis
Tempat singgah saat kamu membutuhkan sesuatu.
Kamu tidak perlu membaca semuanya. Ambil contoh, kata, atau catatan yang sedang berguna untuk tulisanmu, lalu tinggalkan bagian lain untuk nanti.
RUJUKAN MENULIS
Catatan kecil
yang bisa membantu.
Kalau sedang ragu pada ejaan, judul, kutipan, atau istilah, bagian ini bisa jadi tempat mengecek sebentar. Ambil yang berguna; sisanya boleh dilewati.
01Kaidah Bahasa & Ejaan+
Kalau ingin memastikan ejaan, EYD Edisi V bisa menjadi tempat mengecek huruf kapital, kata depan, imbuhan, tanda baca, bentuk serapan, atau unsur asing yang sedang kamu gunakan.
02Judul & Subjudul+
Judul dan subjudul bisa dibentuk dengan banyak cara. Bagian ini dapat membantu ketika kamu ingin mengecek kapitalisasi, hubungan judul dengan isi, atau konsistensi struktur.
03Kutipan & Sumber+
Kalau tulisanmu memakai gagasan atau kalimat dari sumber lain, bagian ini bisa membantu membedakan kutipan, parafrasa, dan cara menyebut sumber tanpa mengharuskan gaya sitasi akademik tertentu.
04Kata & Istilah+
Saat sebuah kata terasa kurang pas, kamu bisa melihat beberapa pilihan dan mempertimbangkan istilah teknis, bahasa daerah, atau bentuk baku sesuai konteks tulisanmu.
05Angka, Singkatan & Akronim+
Bagian ini bisa dibuka ketika kamu ragu menulis angka, bilangan, singkatan, akronim, atau kapan sebuah kepanjangan terasa perlu disebutkan.
06Istilah Asing & Kata Serapan+
Kalau memakai istilah asing, kamu bisa mengecek apakah ada padanan bahasa Indonesia yang terasa cocok. Bila tetap memakai istilah asing, bagian ini membantu melihat cara penyajiannya.
05 / CONTOH CEPAT
Menjaga kenyamanan pembaca.
Kekeliruan kecil sering kali menghentikan alur baca. Gunakan rujukan ringkas ini untuk memastikan tulisan Anda tetap mengalir rapi.
Kata Depan di
✓di rumah
✓di antara
✓di dalam lemari
·dirumah
·diantara
·didalam lemari
Kata depan di yang menunjukkan tempat ditulis terpisah dari kata setelahnya.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Kata Depan ke
✓ke kantor
✓ke luar kota
✓ke tengah ruangan
·kekantor
·keluar kota (jika bermakna arah)
·ketengah ruangan
Kata depan ke yang menunjukkan arah atau tempat ditulis terpisah.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Kata Depan dari
✓dari rumah
✓dari Gorontalo
✓dari emas
·darirumah
·dariGorontalo
·dariemas
Kata depan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Imbuhan di-
✓ditulis
✓dibaca
✓diperhatikan
·di tulis
·di baca
·di perhatikan
Imbuhan di- merupakan bagian dari kata dan ditulis serangkai.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Kata Turunan
✓berjalan
✓membacakan
✓dipertanggungjawabkan
·ber jalan
·membaca kan
·di pertanggung jawabkan
Imbuhan pada kata turunan pada umumnya dirangkaikan dengan bentuk dasarnya.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Huruf Kapital — Awal Kalimat
✓Buku itu selesai dibaca.
✓Mengapa ia berhenti?
·buku itu selesai dibaca.
·mengapa ia berhenti?
Huruf pertama pada awal kalimat ditulis dengan huruf kapital.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Huruf Kapital — Nama Diri
✓Gorontalo
✓Indonesia
✓Sampul Belakang
·gorontalo
·indonesia
·sampul belakang (jika nama komunitas)
Unsur nama diri ditulis dengan huruf kapital sesuai kaidah.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Huruf Kapital — Nama Bahasa
✓bahasa Indonesia
✓bahasa Inggris
·Bahasa indonesia
·bahasa inggris
Kata bahasa tetap huruf kecil di tengah kalimat, sedangkan nama bahasanya memakai huruf kapital.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Huruf Kapital — Judul
✓Membaca Kota dari Pinggir Sungai
·Membaca Kota Dari Pinggir Sungai
Dalam judul, kata tugas yang tidak berada di awal umumnya tidak diawali huruf kapital.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Huruf Miring — Judul Buku
✓Laut Bercerita (judul buku ditulis miring)
·“Laut Bercerita” (jika hanya mengandalkan tanda petik untuk judul buku)
Judul buku yang disebut dalam tulisan ditulis dengan huruf miring.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Huruf Miring — Istilah Asing
✓self-editing (ditulis miring)
·self-editing (ditulis tegak tanpa alasan)
Ungkapan asing yang belum diserap dapat ditulis dengan huruf miring.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Tanda Koma — Pemerincian
✓buku, majalah, dan jurnal
·buku, majalah dan jurnal
Koma digunakan di antara unsur pemerincian.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Tanda Koma — Pertentangan
✓Saya ingin menulis, tetapi belum selesai.
·Saya ingin menulis tetapi belum selesai.
Koma digunakan sebelum kata penghubung seperti tetapi dalam kalimat majemuk pertentangan.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Tanda Koma — Anak Kalimat
✓Jika sudah selesai, kirim tulisan itu.
·Jika sudah selesai kirim tulisan itu.
Anak kalimat yang mendahului induk kalimat dipisahkan dengan koma.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Tanda Koma — Induk Kalimat Lebih Dulu
✓Kirim tulisan itu jika sudah selesai.
·Kirim tulisan itu, jika sudah selesai.
Koma tidak digunakan jika induk kalimat mendahului anak kalimat.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Tanda Titik — Kalimat Pernyataan
✓Tulisan itu telah selesai.
·Tulisan itu telah selesai
Titik digunakan pada akhir kalimat pernyataan.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Tanda Titik — Judul
✓Pedoman Kepenulisan
·Pedoman Kepenulisan.
Tanda titik tidak diperlukan setelah judul yang bukan kalimat lengkap dalam pemakaian judul biasa.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Tanda Titik Dua — Pemerincian
✓Ia membawa tiga jenis bacaan: novel, esai, dan puisi.
·Ia membawa: novel, esai, dan puisi.
Titik dua digunakan setelah pernyataan lengkap yang diikuti pemerincian atau penjelasan.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Tanda Petik — Kutipan Langsung
✓Ia berkata, “Buku itu menarik.”
·Ia berkata, Buku itu menarik.
Kutipan langsung dapat diapit dengan tanda petik.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Tanda Elipsis
✓“Saya kira … kita perlu membacanya lagi.”
·“Saya kira ..... kita perlu membacanya lagi.”
Elipsis digunakan untuk menandai bagian yang dihilangkan atau ujaran yang terputus sesuai konteks.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Singkatan — Huruf Awal
✓KTP
✓PBB
✓UI
·K.T.P.
·P.B.B.
·U.I.
Singkatan yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Singkatan — Dokumen
✓dkk.
✓dll.
✓hlm.
·dkk
·dll
·hlm
Singkatan tertentu yang lazim dalam dokumen diikuti tanda titik.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Bilangan Tingkat
✓abad ke-7
✓abad ketujuh
✓abad VII
·abad ke 7
Bilangan tingkat dapat ditulis dengan ke- yang dirangkaikan dengan angka menggunakan tanda hubung.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Angka dengan Akhiran -an
✓tahun 2000-an
✓uang 5.000-an
·tahun 2000an
·uang 5.000an
Angka yang mendapat akhiran -an dirangkaikan dengan tanda hubung.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Partikel pun
✓apa pun
✓siapa pun
✓di mana pun
·apapun
·siapapun
·dimanapun
Partikel pun pada umumnya ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Partikel -lah
✓bacalah
✓tulislah
✓perhatikanlah
·baca lah
·tulis lah
·perhatikan lah
Partikel -lah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Kata Ganti -ku, -mu, -nya
✓bukuku
✓catatanmu
✓tulisannya
·buku ku
·catatan mu
·tulisan nya
Bentuk -ku, -mu, dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Kata Ganti ku- dan kau-
✓kubaca
✓kaubaca
·ku baca
·kau baca
Bentuk ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Kata Sandang si dan sang
✓si kecil
✓sang penulis
·sikecil
·sangpenulis
Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Tanda Pisah — Rentang
✓2024—2026
✓Jakarta—Bandung
·2024-2026 (jika yang dimaksud tanda pisah)
·Jakarta - Bandung
Tanda pisah dapat digunakan di antara dua bilangan atau tempat yang berarti sampai dengan atau sampai ke.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
06 / GLOSARIUM KEPENULISAN
Kamus kecil untuk penulis.
Rujukan ringkas untuk membantu Anda mengenali dan memahami makna berbagai istilah khusus di dunia tulis-menulis.
Akronim
Singkatan yang dibentuk dari huruf atau suku kata dan diperlakukan sebagai sebuah kata.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Atribusi
Penyebutan sumber atau pihak asal suatu gagasan, kutipan, data, atau karya.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Catatan Kaki
Catatan tambahan di bagian bawah halaman yang memberi keterangan atau rujukan.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Diksi
Pilihan kata yang digunakan untuk menyampaikan gagasan, nada, atau suasana.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Kutipan
Bagian pernyataan atau karya pihak lain yang dimasukkan ke dalam tulisan dengan atribusi yang sesuai.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Paragraf
Bagian tulisan yang mengembangkan satu pokok pikiran atau bagian dari suatu gagasan.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Parafrasa
Pengungkapan kembali suatu gagasan dengan susunan kata berbeda tanpa mengubah pokok maknanya.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Pranala
Tautan yang menghubungkan satu sumber digital dengan halaman atau sumber digital lainnya.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Referensi
Sumber rujukan yang dipakai untuk mendukung, menjelaskan, atau menelusuri informasi dalam tulisan.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Subjudul
Judul bagian yang berada di bawah judul utama dan membantu membagi struktur tulisan.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Transliterasi
Pengalihan tulisan dari satu sistem aksara ke sistem aksara lain.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Bibliografi
Daftar sumber tertulis yang menjadi rujukan atau berkaitan dengan sebuah karya.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Cerpen
Karya prosa fiksi yang relatif pendek dan berpusat pada rangkaian peristiwa yang terbatas.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Ejaan
Kaidah yang mengatur penggambaran bunyi bahasa dengan tulisan serta penggunaan tanda baca.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Elipsis
Tanda berupa tiga titik yang digunakan untuk menunjukkan penghilangan atau ujaran yang terputus.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Editor
Orang yang menyiapkan, menyunting, atau menata naskah agar siap diterbitkan.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Esai
Karangan prosa yang membahas suatu persoalan dari sudut pandang penulis secara relatif bebas.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Frasa
Gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif dan menempati fungsi tertentu dalam kalimat.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Gagasan Utama
Pokok pikiran yang menjadi pusat pengembangan sebuah paragraf atau bagian tulisan.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Glosarium
Daftar istilah beserta penjelasannya yang biasanya disusun untuk membantu pembaca memahami sebuah bidang atau karya.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Huruf Miring
Bentuk huruf condong yang digunakan antara lain untuk judul karya tertentu, penegasan, atau ungkapan asing.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Imbuhan
Unsur yang ditambahkan pada bentuk dasar untuk membentuk kata atau makna gramatikal baru.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Kalimat
Satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri dan menyampaikan pikiran yang lengkap.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Kata Baku
Bentuk kata yang penggunaannya sesuai dengan kaidah dan rujukan bahasa Indonesia yang dibakukan.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Kata Dasar
Kata yang belum memperoleh imbuhan atau proses pembentukan kata lain.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Kata Depan
Kata seperti di, ke, dan dari yang menandai hubungan tempat, arah, asal, atau hubungan lain.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Kata Serapan
Kata yang berasal dari bahasa lain dan disesuaikan atau diterima ke dalam bahasa Indonesia.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Kata Tugas
Kelompok kata yang terutama menjalankan fungsi gramatikal, misalnya preposisi dan konjungsi.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Klausa
Satuan gramatikal yang sekurang-kurangnya memiliki unsur predikatif dan berpotensi menjadi kalimat.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Koherensi
Keterkaitan makna yang membuat bagian-bagian tulisan terasa runtut dan masuk akal sebagai satu kesatuan.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Kohesi
Keterpautan antarbentuk bahasa dalam teks melalui unsur gramatikal atau leksikal.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Konjungsi
Kata atau ungkapan yang menghubungkan kata, frasa, klausa, kalimat, atau bagian teks.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Kutipan Langsung
Pengambilan kata-kata sumber secara persis dengan penandaan kutipan yang jelas.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Kutipan Tidak Langsung
Penyampaian kembali isi atau gagasan sumber dengan susunan kalimat penulis sendiri.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Lema
Bentuk kata atau frasa yang dijadikan kepala entri dalam kamus atau karya leksikografis.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Narasi
Penyajian cerita atau rangkaian peristiwa yang disusun dalam suatu urutan.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Opini
Pendapat, pikiran, atau pendirian seseorang terhadap suatu persoalan.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Premis
Pernyataan atau gagasan yang dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan atau mengembangkan argumen.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Prosa
Bentuk karangan bebas yang tidak terikat oleh pola irama atau baris seperti pada puisi.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Puisi
Karya sastra yang mengolah bahasa, bunyi, ritme, citraan, dan makna secara padat atau artistik.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Resensi
Tulisan yang membahas dan menilai sebuah karya, terutama buku atau karya seni lainnya.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sitasi
Penyebutan atau pengutipan sumber sebagai rujukan dalam suatu tulisan.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sudut Pandang
Posisi atau cara pandang yang digunakan penulis atau pencerita dalam melihat suatu persoalan atau cerita.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sinonim
Kata atau ungkapan yang memiliki makna sama atau hampir sama dengan bentuk lain.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Tanda Baca
Tanda grafis dalam tulisan yang membantu menunjukkan struktur, jeda, hubungan, atau maksud kalimat.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Tanda Petik
Tanda baca yang antara lain digunakan untuk mengapit kutipan langsung dan bagian tertentu dari tulisan.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Tanda Pisah
Tanda baca berbentuk garis panjang yang dapat mengapit keterangan atau menyatakan rentang tertentu.
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Tema
Gagasan atau pokok persoalan yang menjadi dasar pengembangan sebuah karya.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Tokoh
Pelaku yang menjalankan atau mengalami peristiwa dalam sebuah cerita.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Alur
Rangkaian peristiwa yang membentuk jalannya cerita.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Tidak ada istilah yang cocok. Coba kata kunci lain.
07 / PADANAN KATA
Memilih kata yang tepat.
Perkaya tulisan Anda dengan alternatif istilah asing yang selaras dengan ragam bahasa Indonesia.
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: EYD V — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: PASTI — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Tidak ada padanan yang cocok.
PILIHAN KATA BAKU
Memastikan ketepatan ejaan.
Kekeliruan penulisan kata adalah hal yang lumrah. Gunakan panduan ringkas ini untuk memastikan ejaan Anda tepat dan tulisan tampil lebih rapi.
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Sumber: KBBI VI Daring — Badan Bahasa
Kalau ingin tahu prosesnya
Ada juga beberapa informasi tentang perjalanan sebuah tulisan.
Bagian berikut tidak perlu dibaca sebelum mulai menulis. Ia tersedia kalau kamu penasaran tentang pengajuan, tanggung jawab karya, atau apa yang terjadi setelah tulisan dikirim.
TENTANG PENGAJUAN
Beberapa hal
yang perlu dijaga.
Kalau suatu saat kamu ingin mengajukan tulisan, bagian ini memberi gambaran tentang apa yang biasanya terjadi. Tidak perlu memikirkannya saat baru mulai menulis.
Karya Sendiri
Tulisan adalah hasil karya sendiri. Jika melibatkan kecerdasan buatan (AI) dalam proses kepenulisan, pastikan fungsinya hanya sebagai alat bantu pendukung. Integritas dan hasil akhir naskah tetap menjadi tanggung jawab mutlak penulis.
Orisinalitas
Kami sangat menghargai kejujuran berkarya. Tulisan harus sepenuhnya orisinal, tidak menjiplak, atau mengakui karya pihak lain sebagai milik pribadi.
Sumber dan Atribusi
Setiap data, kutipan, atau gagasan yang dipinjam dari karya orang lain harus dicantumkan sumbernya dengan jelas. Ini adalah bentuk penghormatan kita terhadap jejak pemikiran sesama penulis.
Hak Cipta
Apabila Anda menyertakan materi milik pihak lain (seperti lirik lagu, gambar, atau teks kutipan panjang), pastikan penggunaannya dilakukan secara etis, bertanggung jawab, dan tidak melanggar hak cipta.
Identitas
Penulis menggunakan informasi profil dan identitas yang sebenarnya saat berinteraksi dan mengirimkan tulisan demi kelancaran komunikasi dan pertanggungjawaban karya.
Bahasa
Penulis dianjurkan untuk menaati kaidah bahasa Indonesia yang baik agar gagasan tersampaikan dengan jernih. Meski begitu, tetap diberikan keleluasaan jika penulis ingin menabrak kaidah tersebut demi eksplorasi gaya bahasa dan kebutuhan artistik naskah.
ETIKA & TANGGUNG JAWAB
Menulis dengan
tanggung jawab.
Beberapa catatan tentang berbagi karya, menyebut sumber, dan menjaga ruang baca tetap nyaman. Buka saat bagian ini terasa relevan dengan tulisanmu.
Orisinalitas dan Plagiarisme
Ketika tulisan bertemu karya orang lain, menyebut sumber membantu menjaga batas antara gagasan sendiri dan yang kita pinjam.
Kejujuran terhadap Fakta
Untuk bagian yang berbicara tentang fakta, data, kutipan, atau peristiwa, pembaca akan terbantu jika semuanya disajikan seterang mungkin.
Menghormati Orang Lain
Kritik tetap bisa tajam. Bagian ini hanya mengajak kita membedakan kritik terhadap gagasan atau tindakan dari serangan terhadap identitas personal.
Privasi
Jika tulisan menyentuh informasi pribadi orang lain, kamu bisa mempertimbangkan kembali apakah detail tersebut memang perlu diketahui pembaca.
Hak Cipta
Materi milik orang lain tetap bisa menjadi bagian dari tulisan selama konteks penggunaannya wajar dan sumbernya dikenali.
Catatan Dinamis
Catatan dari Diskusi Manis bisa menjadi pemantik, tetapi percakapan di dalamnya tidak otomatis dimaksudkan sebagai pernyataan publik.
03 / PROSES EDITORIAL
Perjalanan tulisan Anda
Informasi mengenai ringkasan perjalanan tulisan Anda. Alur di bawah ini merupakan panduan dasar yang dapat berbeda sesuai kebutuhan editorial Sampul Belakang.
- 01
Pengiriman
Karya masuk melalui formulir penulisan.
- 02
Kurasi
Tim membaca dan mempertimbangkan tulisan yang masuk.
- 03
Penyuntingan & Revisi
Penyuntingan atau revisi dilakukan bila diperlukan.
- 04
Persiapan Terbit
Tulisan disiapkan untuk diterbitkan.
- 05
Publikasi
Tulisan hadir di Ruang Baca Sampul Belakang.
